Pengertian Pendapatan Menurut Para Ahli Dalam Akuntansi

Pengertian Pendapatan menurut wikipedia ialah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran.

DOWNLOAD SOFTWARE APLIKASI GRATIS

Pertumbuhan pendapatan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan jasa perusahaan tersebut. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dan juga pertumbuhan keuntungan, dianggap penting bagi perusahaan yang dijual ke publik melalui saham untuk menarik investor.

Pengertian Pendapatan

- Baca Juga -

Pengertian Pendapatan Menurut Akuntansi

Pendapatan dapat diartikan sebagai penghasilan yang diperoleh dari suatu pekerjaan, atau menurut FASB, pengertian pendapatan (Stice, Skousen, 2004, 230), didefinisikan sebagai berikut :
“Pendapatan adalah sebagai arus masuk atau kenaikan-kenaikan lainnya dari nilai harta suatu satuan usaha atau penghentian hutang- hutangnya atau kombinasi dari keduanya dalam suatu periode akibat dari penyerahan atau produksi barang-barang, penyerahan jasa-jasa, atau pelaksanaan aktivitas-aktivitas lainnya yang membentuk operasi-operasi utama atau sentral yang berlanjut terus dari satuan usaha tersebut.”

Pengertian Pendapatan Menurut Standar Akuntansi Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), 2007, No.23 Par.25) pendapatan didefinisikan sebagai berikut :
“ … arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.”

Sumber-Sumber Pendapatan

Setiap perusahaan yang bergerak dalam dunia bisnis baik itu jasa maupun produk, tentunya mengharapkan pendapatan yang lebih (laba) dari hasil penjualannya. Sumber-sumber pendapatan diantaranya ialah :
1. Pendapatan Premi
Pendapatan premi atau yang disebut pendapatan underwriting terdiri dari premi, premi asuransi, dan premi yang belum merupakan pendapatan. Pendapatan premi dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
  1. Premi Kontrak Jangka Panjang (Whole Life Contract) diakui sebagai pendapatan pada saat jatuh tempo dari pemegang polis selama periode sekarang dan periode diperbaruinya kontrak. Nilai sekarang  diestimasi manfaat polis untuk masa mendatang yang akan dibayar kepada pemegang polis.
  2. Premi Kontrak Jangka Pendek (Term Life Contract) diakui sebagai  pendapatan dalam periode kontrak sesuai dengan proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan. Artinya premi diakui sebagai pendapatan selama periode risiko sesuai dengan proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan.
2. Hasil Investasi
 Hasil investasi merupakan sumber cadangan pendapatan yang berasal dari deposito, penjualan saham, dan lain-lain. Hasil investasi diberikan setelah pendapatan investasi dikurangi beban investasi & selisih kurs valuta asing yang berhubungan dengan investasi diberikan sebagai bagian dari hasil investasi.
3. Hasil Underwriting
Merupakan keuntungan atau pendapatan yang diperoleh dengan dijalankannya proses underwriting,   artinya dalam pemilihan resiko-resiko terhadap polis yang akan diterima atau didaftarkan sebagai nasabah harus terlebih dahulu mempertimbangkan layak atau tidak layaknya polis asuransi tersebut.
4. Pendapatan Lainnya
Pendapatan lain-lain adalah pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan selain kedua pendapatan di atas seperti pendapatan bunga bank, pendapatan bunga deposito, pendapatan di luar kegiatan pokok perusahaan,pendapatan selisih pembebanan, komisi reasuransi.

ADD YOUR COMMENT